Bukan maksud Jati untuk mengakhiri semuanya.
Ia masih sangat mencintai kekasihnya, namun apa daya sang kekasih telah berpaling.
Segala daya telah Jati lakukan untuk mengembalikan semua keadaan menjadi seperti awalnya.
Memulihkan kecanggungan dan kebekuan antara dia dan kekasihnya, tapi hasilnya nihil.
Selalu ada nama-nama lain diantara mereka.
Membuat Jati muak pada keadaan dan akhirnya memilih pergi dengan hati terluka.
kecewa…
marah…
Jati tak pernah lagi bertemu dengan kekasihnya, yang bernama Diri, selama sisa hidupnya…
itulah, mengapa sampai anak-cucu Jati pun tak pernah menemukan JATI DIRI mereka, karena diliputi kekecewaan dan kemarahan dan luka yang sengaja tak ingin mereka tutupi.
Bangga menjadi manusia paling menderita dan tersakiti, lalu dikasihani dan diperhatikan, dan semakin tidak memiliki Jati Diri.
sesungguhnya hidup adalah tentang membahagiakan diri sendiri dan orang lain, dengan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain ^_^
dear Jati, sesungguhnya Diri tak pernah meninggalkanmu. Ia mencintaimu, sekokoh kayu jati
Denpasar, 22 Oktober 2010
Ve!