aku menemui sang waktu dengan perasaan menahan amarah,
dan menemukannya di sana, menatapku sayu. Ia nampak tua dan rapuh.
aku berlari dan mendapati tubuhku telah bersimpuh di hadapannya, dan aku tak kuasa menahan tangis.
pertahanan dan keangkuhanku telah runtuh. aku mengumbar airmata di hadapan sang waktu dan menyesaknya dengan pertanyaanku,
¨Apa aku pernah menyakiti hati seseorang, di masa lalu??? Mengapa kamu selalu tak adil padaku? Jika aku memang pernah menyakiti hati seseorang, tolong bawa aku padanya. Agar aku bisa meminta maaf dan menyelesaikan semua karmaku!¨ kataku lantang.
Sang waktu bergeming, menatapku tanpa mengucap sepatah kata pun.
Aku merasa telah bicara pada batu, dan aku makin larut dalam kesengsaraan, di lantai yang dingin itu. Masih bersimpuh di bawah sang waktu.
Hingga akhirnya kurasakan sebuah tangan kekar memelukku dan menenggelamkanku di dadanya yang bidang, dan beraroma kayu manis. Malaikatku. Ia bicara dalam bahasa yang sangat halus namun aku tak sanggup mendengarkannya, karena aku telah diliputi kemarahan luar biasa. Yang kutahu, tiba-tiba saja dia membawaku terbang entah kemana, dalam dekapannya yang lembut. Tapi aku sudah tak perduli lagi, aku memang ingin bertemu dan bicara dengannya, dengan semua yang terjerat di otakku sekarang.
Dan kami sampai di taman langit, ia mendudukkanku di tempat duduk yang dulu, menatapku khawatir. Tapi sebelum dia bertanya apapun, aku sudah tak tahan mengeluarkan semua kata-kata yng sejak tadi ingin kuucapkan padanya,
¨Jangan pernah datang dalam hidupku lagi. Kumohon!!! Jangan pernah kirimkan siapapun lagi dalam perjalanan cintaku. Aku bisa mencarinya sendiri. Berhentilah perduli padaku, ataupun melindungiku, karena kamu malah menyakitiku. Aku tak butuh kamu! Aku tak butuh cinta! Kumohon berhentilah meracauku!!!!!¨ ujarku cepat dan tegas.
Ia memandangku kalut dan sebutir airmata perak jatuh ketanganku, dari mata indahnya…
¨Maafkan aku. Aku tau kamu sangat marah padaku kali ini. Aku bisa terima kalau kamu berteriak-teriak padaku. Tapi aku tak bisa meninggalkanmu, aku akan selalu ada di hidupmu, karena itu tugasku. Aku malaikat cinta, kamu pasti sudah tau itu, dan masih ada banyak sekali cinta diluar sana untukmu. Aku hanya melaksanakan tugasku, saat ada yang menyayangimu, aku menghembuskannya ke hatimu. Kali ini mungkin saatnya sangat tidak tepat, karena kamu sedang rapuh, hatimu terbuka, dan kamu menerimanya. Tapi ternyata cinta itu tak utuh, sebagian milikmu, sebagian milik orang lain. Dan akhirnya kamu terluka lagi. Ini salahku. Maaf..¨
aku terdiam masih merasa sangat marah, sambil mengulang pertanyaanku kepada sang waktu,
¨Katakan padaku, jujurlah. Apakah aku pernah menyakiti hati seseorang?? mengapa aku selalu merasa sakit seperti ini? Tolong, jika aku pernah berdosa pada seseorang, ijinkan aku meminta maafnya. Aku lelah. Aku muak!¨
Sang malaikat menggeleng, menyunggingkan secercah senyum simpul yang menguarkan ketampanan setengah matinya, tapi aku tak tertarik. Ia berkata,
¨Tidak, kamu masih sangat muda dan awam tentang cinta. Kamu baru mengenal beberapa orang, dan kupastikan mereka tak pernah kausakiti. Perlu kusebutkan nama-nama mereka?¨ tawarnya sambil tersenyum.
¨Aku mau pulang, dan jangan pernah menampakkan dirimu lagi. kumohon. Tinggalkan aku!¨ seruku.
Senyum sang malaikat memudar. Wajahnya berubah pucat, sayapnya peraknya lunglai. Ia nampak sangat terpukul mendengar kata-kataku yang tak memberinya kesempatan sama sekali untuk menghiburku.
¨Baiklah. Keras Kepala!¨ ujarnya lirih.
Ia membawaku melintasi dimensi waktu, dan aku kembali ke bawah langit itu. Langit kegalauan. Ia meninggalkanku tanpa mengucap sepatah katapun. Dan aku sudah tak perduli. Benar-benar tak peduli.
Aku akan tetap duduk disini, menanti seseorang yang sangat ingin kutemui. Bukan kak alai ku tentu saja. Bukan malaikat cintaku. Aku tahu ia sangat kecewa dan sedih akan sikapku. itu memang tujuanku, membuatnya benci aku. Agar ia tak lagi berusaha melindungiku dengan cinta-cinta semu yang datang dan pergi menorehkan luka. Agar ia tak melakukan pekerjaan sia-sia. Masih banyak manusia yang membutuhkannya, dan bisa berakhir bahagia dengan kemampuannya membisikkan perasaan cinta pada manusia. Tapi bukan aku. Tidak padaku.
Aku akan terus berada disini, hingga waktu tak lagi milikku. Hingga ruang tak mampu lagi menyanggahku.
persetan pada semuanya. aku tak butuh kalian atau siapapun juga!!!!!!!!!!!
DAMN!
* masih bagian dari ini : part of angel
